Senin, 05 Desember 2011

Matematika .. Oh Matematika

Siapa bilang Matematika tidak akrab dengan tata aturan berbahasa dan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari?
Salah satu buktinya adalah pemanfaatan Logika Matematika dalam ketepatan berbahasa dan berkomunikasi.

Contoh :
1. Seorang siswa memimpin teman-temannya untuk mengucapkan JANJI SISWA di sebuah sekolah yang dibacakan didepan peserta upacara bendera Senin. Salah satu isi janjinya adalah tidak akan mencorat-coret tembok dan pagar. Sepintas tidak ada masalah dengan isi janji tersebut, tetapi seorang siswa yang cerdas kematematikaannya akan mengatakan jadi kalau seorang siswa setiap saat sepanjang hidupnya hanya mencorat-coret tembok ataukah seorang siswa setiap saat sepanjang hidupnya hanya mencorat-coret pagar, maka kepadanya tidak akan dikenakan sanksi.
2. Seorang siswa mengernyitkan alisnya sesaat setelah seorang guru Matematika yang berpapasan dengannya dan seraya mengatakan Kebenaran Kita bertemu disini, Saya ada perlu dengan Anda. Dalam benak siswa berfikir keras, apakah pertemuan dengan gurunya itu adalah sebuah dalil?
3. Seorang Siswa mendapatkan informasi dari temannya bahwa pacarnya memiliki pacar lain. Siswa tadi mengucapkan ancaman kepada pacarnya Silakan Kamu pilih Saya atau dia.... Diluar dugaan, si Siswi yang diancam justru tersenyum senang.

4.Kata "Setengah" yang digunakan bukan sebagai konstanta, sehingga tidak bisa dioperasikan. Serta, siapa bilang setengah hidup sama dengan setengah mati? Lalu, berapa peluang seseorang untuk mati? Bukan setengah kan? Melainkan 1!

Mari Bapak dan Ibu guru Matematika, kita renungkan beberapa kejadian unik di atas...

2 komentar:

  1. ehhmmm..
    klo bisa dlengkapi sama ebooknya dunk mbak..
    hehehehehe
    smga blognya makin sukses yeee..

    BalasHapus
  2. iyaaaaaaaaa mas..
    maaf saya kan masi nubie..hehe
    mohon bantuannya yaa ^__^
    aamiiinn .
    Hidup Mahasiswa !
    hehe

    BalasHapus