Minggu, 18 Desember 2011

Hypothetical Learning Trajectory(HLT) ->Menentukan Faktor-Faktor Persamaan Kuadrat , untuk a=1

Learning Goal (Tujuan Pembelajaran) 1 : Siswa mengetahui suku dan suku dua.
Activity Learning (Aktivitas Pembelajaran) 1 :
·         Guru melakukan kegiatan tanya jawab dan meminta siswa menyebutkan contoh-contoh suku dua.
Misalnya:
-          (a+b)
-          (2x-9)
-          (c+8)

Hypothetical Learning Prosses (Gambaran Pemikiran Siswa):
Dalam menyebutkan contoh-contoh suku dua, mungkin ada beberapa pemikiran siswa   antara lain:
1.      Siswa mencontohkan suku dua dengan  ab.
Ini berarti siswa tersebut belum mampu membedakan suku satu dan suku dua.
2.      Siswa mencontohkan suku dua dengan (2a+b)

Sabtu, 17 Desember 2011

Keunikan Angka 37

assalamualaikum temen2, nih ada beberapa info tentang keunikan angka 37 ..monggo dilihat ^__^
 
Angka 37 jika dikali dengan angka kelipatan 3 (smpe perkalian 3*9) maka hasilnya akan kembar :
37*3 = 111
37*6 = 222
37*9 = 333
. . .
. . .
37*27 = 999

Atau bisa di tulis
111/(1+1+1) = 37
222/(2+2+2) = 37
333/(3+3+3) = 37
444/(4+4+4) = 37
555/(5+5+5) = 37
666/(6+6+6) = 37
777/(7+7+7) = 37
888/(8+8+8) = 37
999/(9+9+9) = 37

Angka 37 jika dikalikan dengan angka 33 maka hasilnya angka kembar terbalik, semakin bnyak angka 3 maka semakin bnyak jumlah angka tersebut di tengah" hasil perkalian, misalnya :
37*33 = 1221
37*333 = 12321
37*3333 = 123321
37*33333 = 123331
dst…
begitu pula dengan angka 66

Program Konversi (waktu, uang, dan Suhu)

Tugas UTS Mata Kuliah Algoritma dan Pemrograman II
By : Shahnaz (06101008010) ^__^
------------------------------------------------------------------------------
Program ApaAja;
uses WINCRT;
var
pilihan : byte;
        procedure keluar;
        var
        a:string;
        begin
        clrscr;
        gotoxy(10,3);writeln('TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA ^__^');
        WRITELN;
        WRITELN;
        gotoxy(10,7);writeln('By : SHAHNAZ (06101008010) ^__^');
        writeln;
        writeln;
        GOTOXY(10,11);writeln(' #####  #   #    ##   #   #  #  #  #  ##   ');
        GOTOXY(10,12);writeln('   #    #   #   #  #  ##  #  # #     #     ');
        GOTOXY(10,13);writeln('   #    #####   ####  # # #  ##       ##   ');
        GOTOXY(10,14);writeln('   #    #   #   #  #  #  ##  # #        #  ');
        GOTOXY(10,15);writeln('   #    #   #   #  #  #   #  #  #     ##   ');
        writeln;
        gotoxy(10,20); write('PRESS ANY KEY: ');READLN(A);
        end;


        procedure Konversi_Uang;
        const
        pecahan:array[1..14] of longint=(100000,50000,20000,10000,5000,1000,500,100,50,25,20,10,5,1);
        var
        uang,lembar:longint;
        i:integer;
        A:STRING;
        begin
        clrscr;
        gotoxy(7,3);writeln('=======================================');
        gotoxy(7,4);writeln(' K O N V E R S I  J U M L A H   U A N G');
        Gotoxy(7,5);writeln('=======================================');
        writeln;
        writeln;
        begin

Jumat, 16 Desember 2011

Puisi Cinta Matematika

Aku mencintaimu secara natural.
Ku mulai dengan satu langkah, dua, tiga,empa hingga akhir hayat.


Aku mencintaimu secara cacah.
Sebelum kumulai satu langkah itu, sama sekali aku belum mengenalimu.


Aku mencintamu secara bulat.

NASEHAT MATEMATIKA

1) Dari 2 Buah titik yang berbeda dapat dibuat sebuah garis, dari 2 orang yang berbeda dapat menjalin hubungan silahturohim.



2) Kemiringan (Gradien) yang arahnya kekanan bernilai positif dan kemiringan (Gradien) yang arahnya kekiri bernilai negatif. Itu pula terjadi dalam kehidupan kita dalam menyikapi setiap Gradien yang ada di dunia ini.



3) Tahukah engkau bahwa kehidupan didunia ini bagaikan BOLA yang menggelinding, kadang diatas kadang dibawah. Tetapi tahukah engkau bahwa ada yang tak berubah saat BOLA menggelinding yaitu titik pusatnya.



4) Sesungguhnya kasih Ibu kepada kita besarnya Tan 90 derajat (90o) yang nilainya tak terhingga, oleh karena itu sayangilah Ibumu karena Surga ada ditelapak kaki Ibu.



5) Kemuliaan itu seperti LINGKARAN di dalam air, yang tidak pernah berhenti membesarkan diri, sampai bentangannya yang luas memancarkannya menjadi tiada. (William. S)

Rabu, 14 Desember 2011

SEJARAH SINGKAT BIOGRAFI TOKOH MATEMATIKA

1. JOHANN KEPLER (1571-1630).
Copernicus, Tycho Brahe, Galileo dan Kepler adalah peletak dasar astronomi modern. Copernicus adalah seorang biarawan (Katolik). Galileo adalah juga seorang Kristen (Katolik) yang sungguh-sungguh walaupun pernah ada masalah soal "Teori Heliosentris versus Teori Geosentris". Kepler telah mendapatkan rumus-rumus yang masih dipakai sampai sekarang untuk meramalkan gerakan planet-planet. Kepler mula-mula belajar teologi. Tetapi setelah 2 tahun ia pindah jurusan dan mempelajari astronomi. Pengaruh studi teologinya besar dalam pernyataan- pernyataannya dibidang astronomi. Ia berkata bahwa ia selalu berusaha memikirkan "Pikiran Allah" ("thinking God's thoughts after Him"). Ia percaya secara harafiah Kitab Kejadian 1,2 mengenai Penciptaan alam semesta dalam waktu enam hari. Dalam salah satu bukunya ia menulis : "Since we astronomers are priests of the highest God in regard to the book of nature, it befit us to be thoughtful, not of the glory of our own minds, but rather, above all else, of the glory of God."( Terjemahan bebasnya adalah sbb : "Karena kami, ahli astronomi adalah imam Allah yang Maha Tinggi tentang buku alam semesta, sepatutnyalah kami memuliakan Allah, dan bukan pikiran kami sendiri".)

2. FRANCIS BACON (1561-1626)
Bacon peletak dasar "metode ilmiah" modern yang pertama. Ia tekankan percobaan (experiments) dan metode induksi. Hal ini berlawanan dengan metode deduksi Aristoteles. Bacon percaya betul akan Alkitab. Ia menulis :"There are two books laid before us to study, to prevent our falling into error ; first, the volume of the Scriptures, which reveal the will of God ; then the volume of the Creatures, which express His power."("Dihadapan kita ada dua buku yang harus kita pelajari, untuk mencegah kita jatuh dalam kesalahan ; pertama Alkitab, yang menunjukkan kehendak Allah ; lalu buku alam semesta, yang menunjukkan KuasaNya.")

3. LOUIS AGASSIZ (1807-1873).
Agassiz adalah seorang akhli biologi (palaentology) dan akhli geologi yang kenamaan. Pada tahun 1860, satu tahun setelah Darwin menulis bukunya : "On the origin of species", Agassiz telah menunjukkan sifat spekulatip dari buku Darwin. Data yang betul-betul ilmiah tidak mendukung teori evolusi. Sepanjang hidupnya Agassiz menentang teori evolusi.

4. WERNHER VON BRAUN (1912-1977).
Von Braun mengembangkan rocket V-2 sewaktu perang dunia ke-II. Pada tahun 1945 ia beremigrasi ke-Amerika Serikat. Pada tahun 1960 ia menjadi direktur NASA. Ia sangat berjasa akan kemajuan Amerika Serikat dibidang satelit dan teknologi

Senin, 05 Desember 2011

Matematika .. Oh Matematika

Siapa bilang Matematika tidak akrab dengan tata aturan berbahasa dan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari?
Salah satu buktinya adalah pemanfaatan Logika Matematika dalam ketepatan berbahasa dan berkomunikasi.

Contoh :
1. Seorang siswa memimpin teman-temannya untuk mengucapkan JANJI SISWA di sebuah sekolah yang dibacakan didepan peserta upacara bendera Senin. Salah satu isi janjinya adalah tidak akan mencorat-coret tembok dan pagar. Sepintas tidak ada masalah dengan isi janji tersebut, tetapi seorang siswa yang cerdas kematematikaannya akan mengatakan jadi kalau seorang siswa setiap saat sepanjang hidupnya hanya mencorat-coret tembok ataukah seorang siswa setiap saat sepanjang hidupnya hanya mencorat-coret pagar, maka kepadanya tidak akan dikenakan sanksi.
2. Seorang siswa mengernyitkan alisnya sesaat setelah seorang guru Matematika yang berpapasan dengannya dan seraya mengatakan Kebenaran Kita bertemu disini, Saya ada perlu dengan Anda. Dalam benak siswa berfikir keras, apakah pertemuan dengan gurunya itu adalah sebuah dalil?
3. Seorang Siswa mendapatkan informasi dari temannya bahwa pacarnya memiliki pacar lain. Siswa tadi mengucapkan ancaman kepada pacarnya Silakan Kamu pilih Saya atau dia.... Diluar dugaan, si Siswi yang diancam justru tersenyum senang.

4.Kata "Setengah" yang digunakan bukan sebagai konstanta, sehingga tidak bisa dioperasikan. Serta, siapa bilang setengah hidup sama dengan setengah mati? Lalu, berapa peluang seseorang untuk mati? Bukan setengah kan? Melainkan 1!

Mari Bapak dan Ibu guru Matematika, kita renungkan beberapa kejadian unik di atas...